Selasa, 07 Juni 2016

Opini tentang PENTINGNYA KETERAMPILANBAGI SEORANG GURU DALAM MEMENUHI TUNTUTAN GLOBAL



PENTINGNYA KETERAMPILANBAGI SEORANG GURU DALAM MEMENUHI TUNTUTAN  GLOBAL
( M.F. DESNANDA HENDRIK, II C Dikbindo STKIP SANTU PAULUS RUTENG)

            Dunia pendidikan sekarang ini sedang hiruk pikuk menghadapi tuntutan global. Perkembangan dunia semakin pesat seiring dengan kemampuan manusia yang semakin baik. Sejalan dengan ini, dunia membutuhkan sumber daya manusia yang cakap di bidangnya sehingga mereka mampu beradaptasi terhadap perubahan ini dan mampu menciptakan gebrakan-gebrakan baru. Hal ini membutuhkan seorang guru professional yang tidak hanya pandai pada aspek kognitif, tetapi juga pada kedua aspek lainnya yaitu aspek afektif dan psikomotorik agar mampu menghasilkan ouput yang baik  serta sesuai dengan tuntutan dunia. Kedua aspek ini menjadi penyeimbang dan membantu seorang calon guru/guru menjadi guru yang professional.
            Sekarang ini, dunia pendidikan dan global tidak hanya membutuhkan atau menjadikan ijazah sebagai tolak ukur dalam merekrut tenaga kerja. Dunia pendidikan membutuhkan tenaga kependidikan yang mempunyai keterampilan lain sebagai penunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Sebagai contohnya seorang guru dalam lingkungan kerjanya tidak hanya menguasai materi pembelajarannya akan tetapi juga dituntut mempunyai keterampilan pada bidangnya seperti bisa bernyanyi dengan baik, mampu memainkan salah satu alat musik, memiliki feeling musik yang bagus, serta bisa menjadi dirigen untuk paduan suara serta mempunyai kemampuan tambahan untuk merangkaikan ribuan kata menjadi sebuah lagu. Calon guru/guru yang memiliki keterampilan seperti ini, lebih diutamakan dalam dunia pendidikan, karena dianggap lebih memberikan kontribusi pada proses pembelajaran.
            Keterampilan lain yang dimiliki oleh seorang calon guru/guru sangat menunjang perkembangan dunia pendidikan kearah yang lebih baik dan mampu menghasilkan ouput yang baik yang sesuai dengan tuntutan dunia( gobal ). Selain berguna bagi dunia pendidikan, dengan adanya keterampilan lain yang dimilikinya  mampu meningkatkan pendapatannya serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Perkerjaan kita sebagai guru pada akhirnya tidak hanya berfungsi pada lingkungan pendidikan, akan tetapi berfungsi juga bagi lingkungan sosial. Kita tidak hanya diminta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang kita peroleh melalui perkataan yang baik, melainkan juga melalui keterampilan baik itu yang kita pelajari maupun yang kita peroleh secara alamiah ( otodidak ). Lingkungan  social sangat membutuhkan hal ini karena dapat menunjang perkembangan lingkungan sosialnya. Salah satu contohnya adalah seorang guru matematika yang mempunyai keterampilan untuk bernyanyi dan memimpin paduan suara. Keterampilan tersebut akan sangat berguna bagi lingkungan sosialnya karena pada saat membutuhkan penyanyi dan pemimpin paduan suara, kita mampu tampil sebagai penyanyi dan pemimpin paduan suara yang baik dan setelahnya lingkungan social tidak pernah meragukan predikat guru anda.
            Apabila seorang calon guru/guru tidak mempunyai keterampilan, baik yang berkaitan dengan bidangnya ataupun diluar bidangnya, akan sangat menghambat proses anda menjadi guru yang professional. Pertama, anda tidak mampu mengaplikasikan teori yang sudah dipelajari secara nyata kepada peserta didik. Hal ini tentu saja tidak mampu memberikan pemahaman yang baik pada peserta didik. Peserta didik lebih mudah memahami pengetahuan yang diperoleh melalui contoh nyata yang telah dilakukan. Sering kali kita mendengar perkataan“Berbicara tanpa berbuat sama saja dengan nol”. Perkataan ini dapat disematkan pada seorang guru/calon guru yang hanya pandai dalam hal teori tetapi tidak dapat mempraktikan teori (pengetahuan ) yang telah diperoleh. Ibaratnya seorang  yang mengajarkan tentang cinta kasih, tetapi dalam kehidupannya dia sering melukai perasaan orang lain.
            Kedua,  tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan berjalan pada arah yang lain. Seorang guru/calon guru yang tidak memiliki keterampilan, pada akhirnya“hanya akan menjadi guru”. Menjadi guru profesional ditegaskan bahwa dia mampu menciptakan hal-hal baru yang berguna bagi kehidupan orang banyak. Serta mampu keluar dari zonanya sebagai seorang guru untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki dan secara tidak langsung ikut menunjang perkembangan dunia pendidikan dan menjawab tantangan global.
            Ketiga, tidak memberikan nilai tambah bagi dirinya sendiridan orang lain. Pada saat sekarang, untuk menjadi seorang guru tidak hanya dibutuhkan ijazah, tetapi juga keterampilan yang dimiliki. Keterampilan ini sangat diperlukan dalam meningkat pendapatan seorang guru karena akan diberikan bagian atau tugas sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Tugas selain mengajar tersebut, akan diperhitungkan pada saat sertifikasi dan memperoleh penghasilan tambahan.
            Memiliki keterampilan baik itu dalam bidangnya ataupun di luar bidangnya, sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan sekarang ini untuk menjawab tuntutan global. Dengan adanya keterampilan ini, kita tidak hanya menjadi seorang guru yang hanya mentransferkan pengetahuan yang kita miliki melalui penyampain-penyampain. Akan tetapi, kita juga mampu mempraktikannya agar lebih memperkuat predikat kita sebagai guru. Dan yang lebih penting, tidak menjadikan generasi berikutnya sebagai generasi yang lebih menyukai  menghafal atau berbicara daripada memahamiapa yang dibicarakan  melalui perbuatan nyata. Kembangkan keterampilan yang kita miliki agar berguna bagi kehidupan kita dan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar