PENTINGNYA KETERAMPILANBAGI SEORANG
GURU DALAM MEMENUHI TUNTUTAN GLOBAL
( M.F. DESNANDA HENDRIK, II C Dikbindo
STKIP SANTU PAULUS RUTENG)
Dunia pendidikan sekarang ini sedang
hiruk pikuk menghadapi tuntutan global. Perkembangan dunia semakin pesat seiring
dengan kemampuan manusia yang semakin baik. Sejalan dengan ini, dunia membutuhkan
sumber daya manusia yang cakap di bidangnya sehingga mereka mampu beradaptasi terhadap
perubahan ini dan mampu menciptakan gebrakan-gebrakan baru. Hal ini membutuhkan
seorang guru professional yang tidak hanya pandai pada aspek kognitif, tetapi juga
pada kedua aspek lainnya yaitu aspek afektif dan psikomotorik agar mampu menghasilkan
ouput yang baik serta sesuai dengan tuntutan
dunia. Kedua aspek ini menjadi penyeimbang dan membantu seorang calon guru/guru
menjadi guru yang professional.
Sekarang ini, dunia pendidikan dan
global tidak hanya membutuhkan atau menjadikan ijazah sebagai tolak ukur dalam merekrut
tenaga kerja. Dunia pendidikan membutuhkan tenaga kependidikan yang mempunyai keterampilan
lain sebagai penunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Sebagai contohnya
seorang guru dalam lingkungan kerjanya tidak hanya menguasai materi pembelajarannya
akan tetapi juga dituntut mempunyai keterampilan pada bidangnya seperti bisa bernyanyi
dengan baik, mampu memainkan salah satu alat musik, memiliki feeling musik yang
bagus, serta bisa menjadi dirigen untuk paduan suara serta mempunyai kemampuan tambahan
untuk merangkaikan ribuan kata menjadi sebuah lagu. Calon guru/guru yang
memiliki keterampilan seperti ini, lebih diutamakan dalam dunia pendidikan,
karena dianggap lebih memberikan kontribusi pada proses pembelajaran.
Keterampilan lain yang dimiliki oleh
seorang calon guru/guru sangat menunjang perkembangan dunia pendidikan kearah yang
lebih baik dan mampu menghasilkan ouput yang baik yang sesuai dengan tuntutan dunia(
gobal ). Selain berguna bagi dunia pendidikan, dengan adanya keterampilan lain
yang dimilikinya mampu meningkatkan pendapatannya
serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Perkerjaan kita sebagai
guru pada akhirnya tidak hanya berfungsi pada lingkungan pendidikan, akan tetapi
berfungsi juga bagi lingkungan sosial. Kita tidak hanya diminta untuk mengimplementasikan
pengetahuan yang kita peroleh melalui perkataan yang baik, melainkan juga melalui
keterampilan baik itu yang kita pelajari maupun yang kita peroleh secara alamiah
( otodidak ). Lingkungan social sangat membutuhkan
hal ini karena dapat menunjang perkembangan lingkungan sosialnya. Salah satu contohnya
adalah seorang guru matematika yang mempunyai keterampilan untuk bernyanyi dan memimpin
paduan suara. Keterampilan tersebut akan sangat berguna bagi lingkungan sosialnya
karena pada saat membutuhkan penyanyi dan pemimpin paduan suara, kita mampu tampil
sebagai penyanyi dan pemimpin paduan suara yang baik dan setelahnya lingkungan social
tidak pernah meragukan predikat guru anda.
Apabila seorang calon guru/guru
tidak mempunyai keterampilan, baik yang berkaitan dengan bidangnya ataupun diluar
bidangnya, akan sangat menghambat proses anda menjadi guru yang professional. Pertama, anda tidak mampu mengaplikasikan
teori yang sudah dipelajari secara nyata kepada peserta didik. Hal ini tentu saja
tidak mampu memberikan pemahaman yang baik pada peserta didik. Peserta didik lebih
mudah memahami pengetahuan yang diperoleh melalui contoh nyata yang telah dilakukan.
Sering kali kita mendengar perkataan“Berbicara
tanpa berbuat sama saja dengan nol”. Perkataan ini dapat disematkan pada seorang
guru/calon guru yang hanya pandai dalam hal teori tetapi tidak dapat mempraktikan
teori (pengetahuan ) yang telah diperoleh. Ibaratnya seorang yang mengajarkan tentang cinta kasih, tetapi dalam
kehidupannya dia sering melukai perasaan orang lain.
Kedua, tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan berjalan pada arah
yang lain. Seorang guru/calon guru yang tidak memiliki keterampilan, pada akhirnya“hanya akan menjadi guru”. Menjadi guru
profesional ditegaskan bahwa dia mampu menciptakan hal-hal baru yang
berguna bagi kehidupan orang banyak. Serta mampu keluar dari zonanya sebagai seorang
guru untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki dan secara tidak langsung ikut menunjang perkembangan dunia pendidikan dan menjawab tantangan
global.
Ketiga,
tidak memberikan nilai tambah bagi dirinya sendiridan
orang lain. Pada saat sekarang, untuk menjadi seorang guru tidak hanya dibutuhkan
ijazah, tetapi juga keterampilan yang dimiliki. Keterampilan ini sangat diperlukan
dalam meningkat pendapatan seorang guru karena akan diberikan bagian atau tugas
sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Tugas selain mengajar tersebut, akan diperhitungkan
pada saat sertifikasi dan memperoleh penghasilan tambahan.
Memiliki keterampilan baik itu dalam
bidangnya ataupun di luar bidangnya, sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan sekarang
ini untuk menjawab tuntutan global. Dengan adanya keterampilan ini, kita tidak hanya
menjadi seorang guru yang hanya mentransferkan pengetahuan yang kita miliki melalui
penyampain-penyampain. Akan tetapi, kita juga mampu mempraktikannya agar lebih memperkuat
predikat kita sebagai guru. Dan yang lebih penting, tidak menjadikan generasi berikutnya
sebagai generasi yang lebih menyukai menghafal
atau berbicara daripada memahamiapa yang dibicarakan melalui perbuatan nyata. Kembangkan keterampilan
yang kita miliki agar berguna bagi kehidupan kita dan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar